Minggu, 11 Mei 2014

Sejuk Edisi 20

Julaibib

Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi Mendapatkan Jodoh

Namanya Julaibib, begitulah dia biasa dipanggil. Nama ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya yang kerdil dan pendek. Nama Julaibib adalah nama yang tidak biasa dan tidak lengkap. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki. Bukan pula orang tuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya. Demikian pula orang-orang, semua tidak tahu, atau tidak mau tahu tentang nasab Julaibib. Bagi masyarakat Yastrib, tidak bernasab dan tidak bersuku adalah cacat sosial yang sangat besar.

Julaibib yang tersisih tampilan fisik dan kesehariannya juga menjadi alasan sulitnya orang lain ingin berdekat-dekat dengannya. Wajahnya jelek terkesan sangar, pendek, bunguk, hitam, dan fakir. Kainnya usang, pakaiannya lusuh, kakinya pecah-pecah tidak beralas. Tidak ada rumah untuk berteduh, tidur hanya berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tidak ada perabotan, minum hanya dari kolam yang diciduk dengan tangkupan telapak tangan. Abu Barzah, pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, “Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!” demikianlah keadaan Julaibib pada saat itu.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmat-Nya, tidak ada satu makhluk pun bisa menghalangi. Julaibib menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaf terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukan seolah ia tiada, tidak begitu dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari pernah ditegur oleh Sang Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam, “Julaibib...” begitu lembut beliau memanggil, “Tidakkah engkau menikah?”

“Siapakah orangnya ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam” kata Julaibib, “yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?” Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tidak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam juga tersenyum. Mungkin memang tidak ada orang tua yang berkenan pada Julaibib. Tapi pada hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menanyakan hal yang sama. “Julaibib, tidakkah engkau menikah?”. Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.

Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. “Aku ingin menikahkan putri kalian.” Kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam pada si empunya rumah. “Betapa indah dan betapa barakahnya” begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa Sang Nabi lah calon menantunya. “Ooh... Ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami.”

“Tetapi bukan untukku” kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam. “Kupinang putri kalian untuk Julaibib”. “Julaibib?” nyaris terpekik ayah sang gadis. “Ya, untuk Julaibib.” jawab Sang Nabi. “Ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam...” terdengar helaan nafas berat. “Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang ini”

“Dengan Julaibib?” istrinya berseru. “Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lecak, tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib”. Perdebatan itu tidak berlangsung lama. Sang putri dari balik tirai berkata anggun, “Siapa yang meminta?”. Sang ayah dan ibu menjelaskan.

 “Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku”. Sang gadis shalihah lalu membaca ayat ini:

“Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

Dan Sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, “Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Jangan Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah...”

Doa yang indah...

Pelajaran dari Kisah Julaibib

            Kita belajar dari Julaibib untuk tidak meratapi diri sendiri, untuk tidak menyalahkan takdir, untuk selalu pasrah dan taat pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mudah menjadi Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas.

Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia tidak akan membebani kita melebihi yang kita sanggup memikulnya.

Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertakwa pada-Nya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita. Urusan kita adalah taat kepada Allah.

Maka benarlah doa Sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar baginya. Maka kebersamaan di dunia itu tidak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang istri shalihah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib telah dihajatkan langit meskipun tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tidak terlalu bersahabat padanya.

Saat syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi ia akan mengajarkan sesuatu kepada para sahabatnya. Maka ia bertanya di akhir pertempuran.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?” “Tidak ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam” serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tidak berbeda ada dan tidaknya di kalangan mereka.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?” Sang Nabi bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu. “Tidak ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.” Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tidak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib” kata beliau. Para sahabat tersadar. “Carilah Julaibib!”. Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di sekitarnya tergolek tujuh jasad musuh yang telah ia bunuh. Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menshalatkannya secara pribadi. Dan kalimat hari berbangkit “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tidak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita. Dan Dialah yang akan menyutradai pentas kepahlawanan para aktor ketaatan. Dan semua akan berakhir seindah surga. Surga yang telah dijanjikan-Nya.


Apalah artinya rupa yang cantik dan kedudukan yang tinggi, tapi rumah tangga porak poranda. Suami curang terhadap istri, manakala istrinya juga bermain kayu tiga di belakang suami. Apalah yang dapat dibanggakan dengan harta kekayaan yang melimpah ruah tetapi hati tetap tidak senang malah selalu bimbang dan cemas karena diburu orang ke manapun pergi. Memadailah rezeki yang sedikit yang Allah karuniakan tetapi berkah. Memadailah dengan suami yang dijodohkan tiada rupa asalkan suami tersebut dapat memberi kebahagiaan di dunia dan lebih-lebih di akhirat... 

Sabtu, 10 Mei 2014

TRAP 2014

Assalamu'alaikum,wr,wb.

Alhamdulillah, TRAP (Training Pengurus) yang diselenggarakan pada tanggal 24-27 April 2014 di BAPEMMAS Setia Budi telah berlangsung dengan lancar. Berikut ini adalah foto-foto dokumentasinya.


Hari 1 : 24 April 2014




















Hari 2 : 25 April 2014





















Hari 3 : 26 April 2014






Semoga para alumni TRAP ini dapat menjadi kader-kader dakwah yang tangguh, berkualitas, dan mampu membawa perubahan menuju FASILKOM-TI Madani. Amin...

Wassalamu'alaikum, wr, wb.


Kamis, 08 Mei 2014

TATA CARA PEMILIHAN RAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ASSALAMULAIKUMWAROHMATULLAHI WABAROKATUH.
AYO DUKUNG CALON PRESIDEN MAHASISWA DAN WAKIL PRESIDEN MAHASISWA USU DARI KAM RABBANI USU NOMOR 2 DENGAN CALON PRESIDEN MAHASISWA NOMOR 3 DENGAN MEMBERIKAN SUARA ANDA DI TPS DI TIAP FAKULTAS PADA TANGGAL 14 MEI 2014. CARANYA ADALAH :
1. BAWA KARTU TANDA MAHASISWA USU
2. AMBIL SURAT SUARA KAM DAN CAPRESMA
3. COBLOS NOMOR 2 UNTUK KAM RABBANI.
4. COBLOS NOMOR 3 UNTUK CALON PRESIDEN MAHASISWA USU.
5. CELUP TANGAN DENGAN TINTA DAN SELESAI.
INGAT SEKALI LAGI BANG BARA NOMOR 3 DAN KAM RABBANI NOMOR 2

JAZAKUMULLAH. INGAT KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI.

Selasa, 29 April 2014

Peringatan Hari Kartini UKMI Al-Khuwarizmi

Assalamu'alaikum,wr,wb.

Berikut kami liput mengenai Peringatan Hari Kartini oleh UKMI Al-Khuwarizmi. Sebenarnya sudah telat seminggu untuk memposting ini, namun bukankah lebih baik disyiarkan daripada tidak sama sekali?

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 April 2014, yang bertepatan dengan Hari Kartini. Para kader UKMI Al-Khuwarizmi mengadakan bakti sosial kepada kaum ibu/wanita yang berprofesi sebagai pedagang dan petugas kebersihan di sekitar Universitas Sumatera Utara.

Para ibu diuji pengetahuan mereka oleh para kader mengenai Hari Kartini dan kedudukan perempuan pada saat ini. Sebagian besar dari mereka mengetahui bahwa pada hari tersebut merupakan Hari Kartini. Tak lupa pula mereka menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini". Sebagai tanda silaturahmi, para kader membagikan kue untuk ibu-ibu tersebut.









Menurut kami, makna yang dapat diambil dari Hari Kartini adalah: Perempuan harus maju, namun jangan melanggar kodratnya sebagai wanita. Hari Kartini bukanlah tentang mengedepankan persamaan hak pria dan wanita, tetapi mencerdaskan wanita tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai ummu wa rabbatul bait...

Wassalamu'alaikum,wr,wb.



Senin, 14 April 2014

Sejuk Edisi 19

AKU KORBAN APA PELAKU ?

Teringat akan sesuatu hal yang akan menggemparkan kampus kita. Pasti semuanya pada tahu. Ya apalagi selain UTS. Ah masih lama kok. Eits.. tunggu dulu ini tanggal berapa ya? H-4 UTS??. Kapan belajarnya?. Hayo masik ada yang disimpan gak?. Belajar dong.. belajar. Apa? Kedengarannya ada yang mau nyontek nih. Aduh masakan nyontek sih? Hukumnya dosa besar loh. Ini nih penjelasan dosanya. Cekidot…

Menyontek jelas sebuah kecurangan. Menyontek, dalam berbagai bentuknya, jelas merupakan “musuh utama kesuksesan”. Ia bisa saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tapi ada juga yang berani di depan banyak pasang mata. Ia bisa melibatkan orang per orang, atau bisa juga melibatkan sekelompok orang yang berkomplot.Na’udzubillahi min dzaalik.

Ayo kita awali dari beberapa contoh bentuk menyontek :
1. Memindahkan informasi contekan dari sumber lain (kertas kecil, buku, dsb) ke lembar jawaban.
2. Memberi bantuan jawaban pada teman.
3. Pengawasnya beri bantuan.
4. Soal ujian bocor sebelum waktunya.
5. Sekelompok orang mengancam atau marah-marah pada pengawas, agar membiarkan pelanggaran menyontek terjadi (astaghfirullah)

            Para penyontek itu, tentu saja punya alasan untuk membenarkan pelanggaran menyonteknya. Seperti juga kaum kafir beralasan macam-macam menentang para rasul. Entah dengan mengatakan mereka tukang sihir, sekadar mencari pengikut, bahkan mengatainya gila. Hati-hati, mungkin kamu bisa tertulari wabah menyontek ini. Alasan-alasan yang disebarkan oleh mereka yang menyontek ini memang kedengarannya masuk akal. Tapi, kalau mau kita renungkan benar-benar, ternyata hanya omong kosong belaka. INI CONTOH ALASANNYA :

1. Menyontek untuk mempertahankan posisi/prestasi. Karena ia beranggapan bahwa semua juga menyontek, daripada ia kalah nilai/rankingnya, ia pun ikut menyontek. Wah, itu jelas salah! Syaithon terkutuk memang pintar merayu manusia untuk menganggap benar apa yang seharusnya salah. Ada 100 lelaki, 99 diantaranya pacaran, sedangkan yang satu tidak. mana yang dianggap aneh? Betul, yang 1 orang. Tapi mana yang dianggap benar di pandangan Allah ? Wah, kamu benar sekali. Jelas yang 1 orang itu. Karena ia menjaga diri dari perbuatan (yang mendekati) zina. Yang 99 orang walaupun mayoritas, tetap saja berdosa di mata Allah. Maka pertanyaannya, siapakah yang besok menguasai pengadilan hari akhirat? Siapa yang kan memutuskan seseorang itu salah atau benar?

2. Alasan ‘membantu’ karena pelajar/mahasiswa/peserta ujian kewalahan. Wah, ini namanya penjerumusan! Entah yang memberi ‘bantuan’ itu sesama peserta, pengawas, panitia, atau pihak lain (kadang ada yang berani menentang Allah dengan menjadi joki ujian! dikiranya Allah gak melihat?) Membantu apa ? ketika seseorang memberi contekan pada peserta ujian, maka ia sedang menghancurkan masa depan dunianya dan (pasti!) akhiratnya. Kerugian pertama, ia belajar mematikan potensi diri sebenarnya dari peserta ujian tersebut (termasuk otaknya yang punya kemampuan luar biasa!) dengan tidak memakainya secara benar dan optimal! kerugian kedua, ia sedang terlibat proses tipu menipu yang telah jelas statusnya : berdosa. “siapa yang menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami;pembuat makar dan tipu daya akan masuk neraka”.(H.r. Thabrani dan Ibnu Majah). Kerugian yang ketiga, ia menjadi ‘tempat bergantung’ orang dalam perbuatan menentang Allah. Apakah ia mau menjadi fir’aun selanjutnya? Apa yang akan ia katakan kalau besok Allah ‘Azza wa jalla menanyainya saat ia berhadapan langsung di hari Perhitungan kelak ?

3. Ungkapan kasih sayang, begitu kata mereka yang memberikan atau mengusahakan contekan. ” Saya membantu mereka karena saya sayang mereka”. Stop! Kasih sayang apa itu? Kasih sayang apa yang menjerumuskan orang yang dikatakannya “saya sayangi” ke dalam pedihnya kebodohan dunia dan keabadian api neraka? Itu jelas bukan kasih sayang. Itu hanyalah angan-angan orang yang salah menempatkan arti ‘kasih sayang’. Apakah kita akan meminumkan pada teman kita racun walaupun ia teramat kehausan ?

COBALAH AMATI APA YANG TERJADI PADA PARA PENYONTEK ITU.AMATILAH PENGARUHNYA PADA MEREKA DAN UMAT MANUSIA!

1. Lahirnya sosok pecundang di masyarakat, orang-orang yang tidak berkompeten di bidangnya. Berapa banyak pasien yang meninggal gara-gara dokter-dokter penipu? Berapa banyak bangunan yang roboh karena insinyur-insinyur penipu? Berapa banyak transaksi dagang serta barang dagangan yang rusak karena para pengusaha yang menipu?

2. Kamu bisa bayangkan berapa banyak yang sakit hati gara-gara usahanya yang jujur dan sungguh-sungguh dikalahkan oleh mereka yang ‘berhasil’ karena menyontek ?

3. Banyak posis penting yang diduduki oleh orang yang tidak mampu. Padahal, mereka menempati posisi-posisi strategis yang mengurusi kepentingan banyak orang. Akibatnya, banyak penyelewengan dan banyak ketidakberesan. Ya wajar, karena mereka memang tidak menguasai ilmunya. Lebih dari itu, mereka telah belajar untuk hidup ‘normal’ dengan norma-norma yang tidak benar. Menyontek telah mengajarkan mereka untuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan keinginan mereka. Ah, padahal kalau mereka tahu apa yang sedang menantinya di akhirat sana…Panasnya api neraka yang membara, yang MENYELIMUTI dari atas dan bawah, dari kanan dan kiri, dari depan dan belakang..! terbakar gosong menghitam, luar dalam! Sungguh sangat mengerikan akhir mereka yang membangkang perintah Tuhan!

Hadis tentang menyontek :
Dari Abu hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang membawa senjata guna memusuhi kami maka ia bukan golongan kami; dan siapa menipu kami maka bukanlah golongan kami” (H.r. Muslim)

Rasulullah Saw melarang semua penipuan, termasuk di dalamnya menyontek (satu di antara perilaku menipu) dalam ujian.
Bagaimana pandangan ahli fiqih mengenai menyontek dalam ujian?
Para ahli fiqih telah sepakat akan haramnya menipu, karena ada unsur pengkhianatan terhadap suatu amanah, pembohongan, tipu daya, dan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. Semua itu termasuk dalam kategori dosa-dosa besar. Coba simak beberapa penjelasan berikut ini :

1. Penyontek dianggap mengelabui dan menipu pengajar/panitia ujian, karena mencampurkan antara yang hak dengan yang batil, dan memberikan bentuk ketidakjujuran ilmiah.

2. Seorang penyontek telah melanggar hak-hak peserta ujian lainnya yang telah berusaha dengan segenap kemampuannya sendiri. karena terkadang si penyontek bisa mengungguli peserta lain yang jujur, amanah, dan rajin.

3. Syaikh abdul hamid Kish berpendapat bahwasanya nilai keberhasilan dan tugas jabatan yang semata-mata diperoleh dengan menyontek dianggap HARAM hukumnya. Karena, ia mencuri informasi dan mengaku-ngaku bahwa itu murni miliknya, meskipun ia memperoleh ijazah yang memang sudah layak miliknya, namun tetap saja bathil. Dan karena apa yang ditegakkan atas dasar kebatilan, itu termasuk hal yang batil.

4. Seorang yang menyontek dianggap mengkhianati amanah ilmu, karena ia mengajukan kepada pengajar/panitia ujian suatu bentuk informasi (jawaban ujian) yang diakuinya sebagai hasil usahanya sendiri, padahal kenyataannya bukan. Sangat mungkin terjadi, mentalitas menyontek ini akan terbawa hingga ke kehidupannya di masyarakat luas. Hukum ini (mengkhianati amanah) juga berlaku untuk guru/dosen serta setiap pihak yang terlibat dalam proses terjadinya menyontek.


Wah, berarti, dari yang menyontek, yang memberi contekan, yang mengizinkan menyontek, yang membiarkan menyontek terjadi (padahal ia punya wewenang mencegahnya), dan semua pihak lain yang terlibat dalam pencontekan, semuanya akan berdosa. Jadi masih mau di bilang penipu? . Ayo dong tobat. Hanya beberapa hari lagi menuju kesadaran itu. Ayo bersihkan UTS kali ini ini dari kata mencontek. Mari semuanya berteriak NYONTEK? SIAPA YA GAK KENAL TUH.

Minggu, 06 April 2014

Alkhuwarizmi Academy Season 2 Open Recruitment!

Alkhuwarizmi Academy Season 2 Open Recruitment!

Kenapa harus gabung?



Info bisa dilihat pada poster di bawah ini:




Lihat juga videonya di sini: http://www.youtube.com/watch?v=U1wxNmasLoo&feature=youtu.be


Sejuk (Selebaran Jum'at UKMI Al-Khuwarizmi) Edisi 18

Assalamu'alaikum, wr, wb.

Ini adalah Sejuk (Selebaran Jum'at UKMI Al-Khuwarizmi), merupakan salah satu media dakwah yang dimanfaatkan oleh UKMI Al-Khuwarizmi. Sejuk dibagikan di hari Jum'at sebelum shalat Jum'at atau saat para akhwat mengadakan keputrian.

Sebenarnya sih udah terlambat untuk memposting Sejuk ini di blog (karena terbitnya hari Jum'at ._.)... Tapi tidak apa-apa deh, yang penting dakwahnya sampai... :)

Sejuk Edisi 18 : Masih Mau Golput?

Selamat membaca :)

P.S.: Agar mempermudah dalam membacanya, buka gambar di tab baru pada browser Anda.